Investasi di Rempang Rp172,5 Triliun, China Bangun Pabrik Kaca Terbesar Kedua di Dunia

TERBAIKNEWS.com | Perusahaan kaca dan solar panel terkemuka di China, Xinyi Group, siap membangun pabrik di Kawasan Industri Rempang, Kota Batam, dengan investasi US $ 11,5 miliar (Rp172,5 triliun).

Pemerintah optimis pabrik itu akan segera terealisasi, ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara PT Makmur Elok Graha (MEG) Indonesia dengan Xinyi Grup di hadapan Presiden Jokowi di China, pekan lalu.

”Ini adalah pabrik terbesar kedua di dunia setelah China, dan pabrik nomor satu di luar China. Produknya akan diekspor ke luar negeri hingga 95% karena pasar utamanya adalah pasar internasional. Pendirian perusahaan ini menjadi bagian dari hilirisasi industri nasional,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, seperti dirilis media ini, Jumat, (11/8/2023).

Realisasi investasi itu, kata Bahlil, sebagai tindak-lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Chengdu, China pekan lalu. Bahlil juga menyebut bahwa pabrik itu nantinya akan memproduksi solar panel, di mana kebutuhan terhadap solar panel akan kian meningkat di dunia, sehubungan dengan program global terhadap energi terbarukan.

Perusahaan di China yang akan menginvestasikan modalnya, yakni Xinyi Group, menurut Presiden Jokowi, merupakan mitra strategis bagi Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia akan mempercepat realisasi pabrik kaca itu di Pulau Rempang, di tengah berbagai permasalah yang ada. Pemerintah kini mengapresiasi dan menyambut baik rencana investasi yang akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja dalam negeri.

Pendirian pabrik itu, diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Indonesia. Diperkirakan akan tercipta 35.000 lapangan pekerjaan dari proyek ini, serta akan berkolaborasi dengan pengusaha-pengusaha nasional. Presiden Jokowi, kata Bahlil, telah menyatakan kesiapan membantu apabila ada hambatan di lapangan.

”Saya mengapresiasi komitmen investasi Xinyi dalam mendukung hilirisasi industri kaca panel surya di Indonesia. Saya juga menyambut baik dimulainya proyek Xinyi. Apabila ada persoalan di lapangan, kami akan bantu sepenuhnya,” ungkap Jokowi dalam keterangan tertulis.

Bahlil Lahadalia menjelaskan rencana investasi Xinyi Group senilai US$ 11,6 miliar tersebut meliputi pengembangan ekosistem rantai pasok industri kaca serta industri kaca panel surya di Kawasan Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Tuliskan Komentar Anda di Sini