Ketua Umum PW GPII Kepri Desak BP Batam Agar Segera Akhiri Kontrak Kerja Sama dengan PT Moya

“Berikan kepastian yang jelas, misalnya, perbaikan membutuhkan waktu satu minggu, dua minggu, sebulan atau setahun,”. Jika PT. Moya tak mampu mengelola air di batam maka kami desak agar BP Batam agar segera akhiri kontrak Kerjasama dengan PT Moya, tegasnya.

BP Batam tak perlu melakukan Kerjasama dengan PT. Moya jika tidak becus dalam pengelolaan air di kota batam, kehadirannya PT Moya hanya terkesan menjadi benalu buat BP Batam dan menjadi penyakit menahun bagi masyarakat Batam, sambung khalish juga wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat PRIMA DMI 2023-2027 ini.

BP maupun Pemerintah Kota Batam beserta stakeholder lainnya, jadikan permasalahan krisis air bersih ini menjadi atensi utama. Keberlangsungan kehidupan masyarakat di Batam sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air, dan kegagalan PT Moya dalam menyediakan pelayanan yang memadai menjadi masalah yang perlu segera diatasi

Ia mengingatkan bahwa regulasi harus ditegakkan dan ada konsekuensi yang tegas apabila pelayanan tidak memenuhi standar yang diharapkan. BP Batam harus berpihak kepada masyarakat Batam bukan malah terkesan menjadi corong dari PT. Moya maka sehendaknya BP Batam harus mengambil Langkah tegas untuk memberikan ultimatum yang keras dan bersedia mengganti PT Moya jika perlu, demi kepentingan pelanggan dan keberlangsungan masyarakat. Tegas Khalish

“Perjanjian antara BP Batam dan PT Moya harus dievaluasi secara menyeluruh, proses evaluasi harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan yang telah terjadi, serta memastikan pelayanan yang substansial dapat terlaksana dengan baik” ujarnya.

“Antisipasi dan penanganan masalah air harus dilakukan sejak dini untuk mencegah potensi kerusuhan sosial dan politik di masyarakat. Keterlibatan pemerintah dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait menjadi kunci untuk menyelesaikan krisis air yang sedang dihadapi masyarakat Batam saat ini,” tutupnya.

(Red)

Komentar