Pulang Tanpa Dilayani, RS Elisabeth Batam Kota Diduga Berikan Pelayanan Buruk Kepada Pasien

TERBAIKNEWS.com | Salah satu Rumah Sakit di kota Batam diduga telah memberikan pelayanan yang buruk kepada seorang pasien yang sedang berobat.

Hal ini terungkap saat pasien menghubungi tim media ini pada Selasa (21/11/2023). Pasien dengan inisial BG (40) berobat ke dokter penyakit dalam, dr. Hendrik Sarumpaet, SpPd di Rumah Sakit (RS) Elisabeth Batam Kota yang beralamat di Batam Center, Kota Batam

Menurut keterangan yang dihimpun dari pasien BG mengatakan jika dirinya berobat atas petunjuk atau rujukan kontrol ulang dari fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama Klinik De’wira Medical Center.

“Tadi pagi (21/11/23), sekira pukul 08.00 WIB, saya sudah di RS. Elisabeth Batam Kota dan bergegas ambil nomor antrian seperti biasanya. Saat itu saya dapat nomor antrian 28,” kata BG.

Lanjut BG, saat dapat nomor antrian tersebut, saya diarahkan untuk menunggu di Ruangan Klinik Spesialis Internis 1, Dokter Penyakit Bagian Dalam karena sekira pukul 11.00 WIB, siang hari, pelayanan baru dibuka. Artinya, pasien harus menunggu hingga berjam – jam baru dapat pelayanan.

“Sekira pukul 13.00, tak juga dipanggil – panggil nomor antrian saya karena setiap ada pemanggilan tidak berdasarkan nomor tetapi nama pasien,” bebernya.

BG menambahkan, ketika masih belum dapat giliran pemanggilan untuk pengecekan, dia bertanya ke asisten dokter dr. Hendrik Sarumpaet, SpPd yang tidak diketahui namanya.

“Tunggu saja ya Pak, nanti dipanggil,” kata BG saat asisten dokter menjawab dan disertai dengan nada kesal.

BG menjelaskan lagi, karena merasa masih lama, dirinya mencari makanan karena takut kambuh lagi penyakitnya. Dalam waktu 10 menit, pasien BG kembali dalam RS. Elisabeth Batam Kota karena merasa was – was jika ada pemanggilan pemeriksaan.

Tuliskan Komentar Anda di Sini

2 komentar

  1. Bukanya mau mengambil dokumentasi di rumah sakit tanpa se izin itu kena UU IT ya ? Trs setau saya rumah sakit udah melakukan prosedur, tpi seringkali pasien yg kurang memahami dan marah ditambah pihak ke 3 contohnya seperti wartawan mbuat pernyataan yg dilebih”kan biar hot beritanya lawak

    1. untuk menjawab komentar anda, silahkan buka link di bawah ini

      1. https://suarabanyuurip.com/2021/12/30/jurnalis-dihalangi-liputan-di-rsud-sosodoro-djatikoesoemo-aji-itu-bisa-dipidana/

      2. Perekaman terhadap kejadian nyata secara langsung dengan menggunakan kamera bukanlah termasuk pelanggaran Pasal 31 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”), karena tidak ada “transmisi” informasi elektronik yang diintersep atau disadap. Realita berupa suara atau kejadian yang direkam dalam satu tape recorder atau kamera sendiri bukanlah data elektronik, bukan informasi elektronik, dan bukan dokumen elektronik.

      3. Catatan Redaksi : Komentar anda terkesan memojokkan Jurnalis yang sedang bertugas.